“ICT Dalam Mengatasi Masalah Pendidikan”
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata
Kuliah ICT dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Sukardi Muhammad. S.Pd., M.Pd
MAKALAH
Di susun oleh:
Indri Fajriyani 0142.S1.B.014.001
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA
INDONESIA
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
MUHAMMADIYAH BOGOR
2016
KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah saya ucapkan kepada Allah
Swt., yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya, sehingga saya dapat
menyelesaikan Tugas Makalah ICT dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia yang berjudul “ICT Dalam Mengatasi Masalah Pendidikan” ini sesuai dengan target waktu. Teriring
salam tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada Rasulullah Muhammad saw, yang menjadi suri tauladan saya
dalam hidup dan kehidupan saya.
Keseluruhan isi dari makalah ini menyajikan
materi-materi pembelajaran tentang ICT dalam mengatasi pendidikan. Setiap pokok
pembahasan ini, saya tunjukan kepada Bapak Sukardi Muhammad, S. Pd., M.Pd,
selaku dosen mata kuliah ICT dalam Pengajaran Bahasa Indonesia.
Pada kesempatan ini saya ucapkan terimakasih
kepada Bapak Sukardi Muhammad, S. Pd., M.Pd, yang telah memberi kepercayaan
kepada saya untuk menyelesaikan tugas ini sebagai bahan pembelajaran.
Saya
menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat saya harapkan dari berbagai
arah yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini dan semoga bermanfaat khususnya bagi saya
dan tentunya bagi para pembaca dan khalayak umum lainnya.
Bogor, April
2016
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ....................................................................................... i
DAFTAR ISI....................................................................................................... ii
BAB
I PENDAHULUAN.................................................................................. 1
1. Latar
Belakang......................................................................................... 1
2. Rumusan Masalah..................................................................................... 2
3. Tujuan Penulisan....................................................................................... 2
BAB II
PEMBAHASAN.................................................................................. 3
1.
Perkembangan Teknologi Menurut
Para Ahli..................................... 3
2.
Information
Communication Technology (ICT)....................................... 4
3.
Implementasi ICT (TIK) dalam Dunia Pendidikan............................. 6
4.
Dampak ICT Terhadap Aktivitas Pendidikan..................................... 11
5.
ICT dalam Mengatasi Masalah Pendidikan......................................... 13
BAB III
PENUTUP.......................................................................................... 17
1. Kesimpulan................................................................................................ 17
2. Saran.......................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................ 18
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Seiring dengan kemajuan teknologi yang mengglobal telah terpengaruh dalam
segala aspek kehidupan baik di bidang ekonomi, politik, kebudayaan, seni dan
bahkan di dunia pendidikan. Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa
kita hindari dalam kehidupan ini, karena kemajuan teknologi akan berjalan
sesuai dengan kemajuanm ilmu pengetahuan. Setiap inovasi diciptakan untuk
memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan,
serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang
teknologi informasi sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi
yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada
awalnya diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga
memungkinkan digunakan untuk hal negatif.
Kehadiran ICT dalam pendidikan
bisa dimaknai dalam tiga paradigma, yaitu: (1) ICT sebagai alat atau berupa
produk teknologi yang bisa digunakan dalam pendidikan; (2) ICT sebagai konten
atau sebagai bagian dari materi yang bisa dijadikan isi dalam pendidikan; dan
(3) ICT sebagai program aplikasi atau alat bantu untuk manajemen pendidikan
yang efektif dan efisien. Ketiga paradigma tersebut disinergikan dalam
sebuah kerangka sumberdaya ICT
yang secara khusus diposisikan dan diarahkan untuk mencapai visi dan misi
pendidikan di Indonesia. Di era globalisasi pendidikan, disadari ataupun tidak,
tantangan dunia pendidikan ke depan akan lebih berat. Oleh karena itu,
optimalisasi ICT menjadi
salah satu alternatif solusi dalam menopang dan menggerakkan dunia pendidikan
di kancah persaingan global. Dalam dunia pendidikan di Indonesia, ada beberapa
alasan problematik yang melatarbelakangi pentingnya pemanfaatan ICT, terutama dalam meningkatkan mutu pendidikan di semua jenjang, mengatasi
kesenjangan layanan pendidikan akibat kondisi geografis yang mana jika
diabaikan akan menimbulkan disparitas mutu layanan, dan perubahan sosio-budaya
masyarakat yang bergerak dinamis, dan
memupuk rasa nasionalisme untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
2. Rumusan
Masalah
Dari permasalahan yang penulis angkat, dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut:
1.
Bagaimana Perkembangan Teknologi Menurut Para Ahli?
2. Apakah Information Communication Technology (ICT)?
3. Bagaimana Implementasi ICT (TIK) dalam Dunia Pendidikan?
4.
Apa saja Dampak ICT Terhadap Aktivitas Pendidikan?
5. Bagaimana ICT dalam Mengatasi Masalah Pendidikan?
3. Tujuan
Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini
untuk memenuhi tugas mata kuliah ICT dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia dan
untuk meningkatkatkan pengetahuan penulis dalam memahami ICT dalam mengatasi
masalah pendidikan.
BAB II
PEMBAHASAN
1.
Perkembangan Teknologi Menurut Para Ahli
Nana Syaodih S. (1997: 67)
menyatakan bahwa sebenarnya sejak dahulu teknologi sudah ada atau manusia sudah
menggunakan teknologi. Kalau manusia pada zaman dulu memecahkan kemiri dengan
batu atau memetik buah dengan galah, sesungguhnya mereka sudah menggunakan
teknologi, yaitu teknologi sederhana. Terkait dengan teknologi, Anglin
mendefinisikan teknologi sebagai penerapan ilmu-ilmu perilaku dan alam serta
pengetahuan lain secara bersistem dan menyistem untuk memecahkan masalah. Ahli
lain, Kast & Rosenweig menyatakan Technology is the art of utilizing
scientific knowledge. Sedangkan Iskandar Alisyahbana (1980:1) merumuskan lebih
jelas dan lengkap tentang definisi teknologi yaitu cara melakukan sesuatu untuk
memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan alat dan akal sehingga seakan-akan
memperpanjang, memperkuat, atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, panca
indera, dan otak manusia.
Menurut Iskandar Alisyahbana
(1980) Teknologi telah dikenal manusia sejak jutaan tahun yang lalu karena
dorongan untuk hidup yang lebih nyaman, lebih makmur dan lebih sejahtera. Jadi
sejak awal peradaban sebenarnya telah ada teknologi, meskipun istilah
“teknologi belum digunakan. Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau
cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat
diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya
adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan
akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat
lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Sedangkan menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi
sebagai” keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri
efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia
2.
Information Communication Technology (ICT)
Di era globalisasi peranan Information
Communication Technology (ICT) atau Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), menjadi semakin penting digunakan
untuk mengungkapkan data dan fakta menjadi sebuah informasi yang bisa
dimanfaatkan. Kontribusi ICT tik
terlepas dari suatu tanggung jawab agar data dan fakta pendidikan dapat
dikumpulkan, dikelola, disimpan, diteliti, dibuktikan dan disebarkan agar
masyarakat mendapatkan informasi penting dengan benar secara efektif dan
efisien. ICT pada hakikatnya
adalah alat untuk mendapatkan nilai tambah dalam menghasilkan suatu informasi
yang cepat, lengkap, akurat, transfaran dan mutakhir. Salah satu manfaat yang
dapat dirasakan dalam kontribusi ICT
adalah teknologi internet. Internet sebagai media informasi telah
memberikan peluang bagi setiap orang.
Pengenalan Information Communication Technology
(ICT), diharapkan dapat
membuat perubahan pesat dalam kehidupan yang mengalami penambahan dan perubahan
dalam penggunaan beragam produk ICT.
Melalui perangkat Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), kita bisa mencari, mengeksplorasi,
menganalisis, dan saling tukar informasi secara efisien dan efektif. ICT akan memudahkan kita,
mendapatkan ide dengan cepat dan bertukar pengalaman dari berbagai
kalangan. Dengan demikian, diharapkan dapat mengembangkan sikap inisiatif
dan kemampuan belajar mandiri, sehingga kita dapat memutuskan dan mempertimbangkan
sendiri kapan dan dimana penggunaan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) secara tepat dan optimal, termasuk
implikasinya saat ini dan dimasa yang akan datang.
Teknologi Informasi dan Komunikasi mencakup dua aspek, yaitu Teknologi
Informasi dan Teknologi Komunikasi. Teknologi Informasi, meliputi segala hal
yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi, dan
pengelolaan informasi. Sedangkan Teknologi Komunikasi merupakan segala hal yang
berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses dan mentransfer data
dari perangkat yang satu ke lainnya. Oleh karena itu, Teknologi Informasi dan
Teknologi Komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang
mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan
pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar
media.
Secara khusus, tujuan mempelajari Information Communication Technology (ICT) yaitu:
1.
Menyadarkan kita akan
potensi perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang terus berubah
sehingga termotivasi untuk mengevaluasi dan mempelajari teknologi ini sebagai
dasar untuk belajar sepanjang hayat.
2. Memotivasi kemampuan kita agar bisa
beradaptasi dan mengantisipasi perkembangan ICT, sehingga bisa melaksanakan dan
menjalani aktifitas kehidupan sehari hari secara mandiri dan lebih percaya
diri.
3. Mengembangkan kompetensi kita dalam
menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung kegiatan
belajar, bekerja, dan berbagai aktifitas dalam kehidupan sehari hari.
4. Mengembangkan kemampuan belajar berbasis ICT,
sehingga proses pembelajaran dapat lebih optimal, menarik, dan mendorong kita
lebih terampil dalam berkomunikasi, terampil mengorganisasi informasi, dan
terbiasa bekerjasama.
5. Mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berinisiatif,
inovatif, kreatif, dan bertanggung jawab dalam penggunaan Teknologi Informasi
dan Komunikasi untuk pembelajaran, bekerja, dan pemecahan masalah sehari hari.
3.
Implementasi ICT (TIK) dalam Dunia Pendidikan
Tidak bisa dipungkiri, keberadaan komputer saat ini bukan lagi merupakan barang
mewah, Alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan, termasuk dalam
dunia pendidikan.
Saat ini jumlah guru yang ada
adalah 2.692.217, dari jumlah trsebut yang memenuhi syarat sertifikasi 727.381
orang atau sekitar 27%, sehingga diperlukan sekitar 1.964.836 atau 73% guru
yang harus itingkatkan kualifikasi pendidikan dan profesionalismenya. Dan yang
juga menjadi masalah adalah rendahnya tingkat pemanfaatan ICT di sekolah
(Digital Divide) ICT dapat menunjang optimalisasi sekolah, karena potensi ICT
cukup besar, diantaranya (1).Memperluas kesempatan belajar, (2) Meningkatkan
efisiensi, (3) Meningkatkan kualitas belajar, (4) Meningkatkan kualitas
mengajar, (5) Memfasilitasi pembentukan keterampilan, (6) Mendorong belajar
sepanjang hayat berkelanjutan, (7) Meningkatkan perencanaan kebijakan dan
manajemen, (8) Mengurangi kesenjangan digital. Begitu besar peran ICT
dalam pendidkan sehingga secara khusus pemerintah dalam Pustekkom Diknas
membagi peran ICT di sekolah modern menjadi 7 peran sekaligus sebagi pilar
pendidikan. Ke-7 peran ICT tersebut
yaitu:
1. ICT sebagai gudang ilmu pengetahuan. Artinya dengan ICT sumber ilmu
pengetahuan menjadi begitu kaya bahkan melimpah, baik ilmu pengetahuan inti (core
content) dalam pelajaran sekolah maupun sebagai materi pengaya
pembelajaran (content suplement).Pada fungsi ini internet memiliki
peran besar sebagai sumber ilmu pengetahuan yang dapat diakses secara luas yang
didalamnya telah terkoneksi dengan ribuan perpustakaan digital, jutaan
artikel/jurnal, jutaan e-book, dan lan-lain.
2. ICT
sebagai alat bantu pembelajaran. Artinya bahwa pembelajaran saat ini lebih
mudah dengan bantuan ICT, untuk menghadirkan dunia di kelas dan dapat disajikan
kepada seluruh siswa melalui peralatan ICT seperti multimedia dan media
pembelajaran hasil olahan komputer seperi poster, grafik, foto, gambar,
display, dan media grafis yang lainnya. Pemanfaatan CD Interaktif, Video
Pembelajaran, Multimedia presentasi, e-learning termasuk pada bagian ini.
3. ICT
sebagai fasilitas pendidikan. Dalam hal ini ICT sebagai saran yang
melengkapi fungsi sekolah sebagai lembaga pendidikan, terutama
fasilitasfasilitas yang bernuansa elektronik seperti labolatorium komputer,
peralatan di laboratorium bahasa, raung multimedia, studio rekaman suara,
studio musik, studio produksi video dan editing.
4. ICT sebagai standar kompetensi. Artinya
ICT sebagai mata pelajaran yang kita kenal Mata Pelajaran TIK. Mata pelajaran
ini berisi standar kompetensi.
Selain peran ICT
diatas, terdapat pendapat lain tentang peranan ICT dalam pendidikan yaitu :
a. ICT sebagai Keterampilan (skill)
dan Kompetensi :
·
Setiap pemangku kepentingan harus memiliki kompentensi dan
keahlian menggunakan TIK untuk pendidikan.
·
Informasi merupakan “bahan mentah” dari pengetahuan yang
harus diolah melalui proses pendidikan.
·
Membagi pengetahuan antar satu peserta didik dengan yang
lainnya bersifat mutlak dan tidak berkesudahan.
·
Belajar mengenai bagaimana cara belajar yang efektif dan
efisien bagi pendidik, peserta didik, dan stakeholder.
·
Belajar adalah proses seumur hidup yang berlaku bagi setiap
individu atau manusia.
b. ICT sebagai Infrastruktur
Pendidikan
·
Saat ini, bahan ajar banyak disimpan dalam format digital
dengan model yang beragam seperti multimedia.
·
Para pendidik, instruktur dan peserta didik secara aktif
bergera
·
k dari satu tempat ke tempat lainnya.
·
Proses pendidikan seharusnya dapat dilakukan dimana dan kapan
saja.
·
Perbedaan letak geografi seharusnya tidak menjadi batasan
pendidikan.
·
“The network is the school” akan menjadi fenomena baru di
dalam dunia pendidikan.
c.
ICT
sebagai Sumber Bahan Belajar
·
Ilmu pengetahuan berkembang sedemikian cepatnya.
·
Pendidik yang hebat tersebar di berbagai belahan dunia.
·
Buku-buku, bahan ajar, dan referensi diperbaharui secara
kontinyu.
·
Inovasi memerlukan kerjasama pemikiran.
·
Tanpa teknologi, proses peserta didikan yang “up-to-date”
membutuhkan waktu yang lama.
d.
ICT
sebagai Alat Bantu dan Fasilitas Pendidikan
·
Penyampaian pengetahuan seharusnya mempertimbangkan konteks
dunia nyatanya.
·
Memberikan ilustrasi berbagai fenomena ilmu pengetahuan untuk
mempercepat penyerapan bahan ajar.
·
Peserta didik diharapkan melakukan eksplorasi terhadap
pengetahuannya secara lebih bebas dan mandiri.
·
Akuisisi pengetahuan berasal dari interaksi antarpeserta didik
dan pendidik.
·
Rasio antara pendidik dan peserta didik tidak dibatasi
tergantung pada proses dan pemberian fasilitas.
e.
ICT
sebagai Pendukung Manajemen Pendidikan
·
Setiap individu memerlukan dukungan pendidikan tanpa henti
setiap harinya.
·
Transaksi dan interaksi interaktif antar-stakeholder
memerlukan pengelolaan back-office yang kuat.
·
Kualitas layanan pada pengelolaan administrasi pendidikan
seharusnya ditingkatkan secara bertahap.
·
Orang merupakan sumber daya yang sangat bernilai sekaligus
terbatas dalam institusi.
·
Munculnya keberadaan sistem pendidikan inter dan antar
organisasi.
f.
ICT
sebagai Sistem Pendukung Keputusan
·
Setiap individu memiliki karekteristik dan bakat
masing-masing dalam pendidikan.
·
Pendidik seharusnya meningkatkan kompetensi dan keterampilan
pada berbagai bidang ilmu.
·
Sumber daya terbatas, pengelolaan yang efektif seharusnya
dilakukan.
·
Institusi seharusnya tumbuh dari waktu ke waktu dalam hal
jangkauan dan kualitas.
·
Pemerintah seharusnya memiliki pengetahuan tentang profil
institusi pendidikan.
Saat ini Depdiknas mempunyai program pengembangan Teknologi Informasi dan
Komunikasi secara besar besaran. Ada tiga posisi penting Depdiknas dalam
program pengembangan ICT,
yaitu:
1)
Bidang kejuruan, ICT menjadi salah satu jurusan di SMK. Pengembangan ICT secara teknis baik hardware dan
software masuk dalam kurikum pendidikan. Dibentuknya ICT center di seluruh
Indonesia. Untuk menghubungkan sekolah sekolah di sekitar ICT center dibangun
WAN (Wireless Area Network) Kota.
2)
Pustekkom, sebagai salah satu ujung tombak dalam
pengembangan TV pendidikan interaktif, E learning dan E SMA. Program ini
bertujuan untuk mempersempit jurang perbedaan kualitas pendidikan antara kota
besar dengan daerah.
3)
Jardiknas (Jejaring Pendidikan Nasional), bertujuan
untuk mengintegrasikan kedua program di atas agar terbentuk sebuah jaringan
yang menghubungkan semua sekolah di Indonesia. Sehingga diperkirakan di masa
depan semua sekolah di Indonesia akan terkoneksi dengan internet. Melihat
program yang diadakan oleh Depdiknas kita bisa memanfaatkan fasilitas tersebut
karena bersifat terbuka.
Pengembangan ICT untuk
mendukung peningkatan mutu pendidikan di Indonesia adalah sesuatu yang mutlak.
Dalam Renstra Departemen Pendidikan Nasional tahun 2005-2009, program
pengembangan ICT bidang
pendidikan akan dilaksanakan melalui tahap-tahap sebagai berikut.
1) Tahap
pertama meliputi (a) merancang sistem jaringan yang mencakup jaringan internet,
yang menghubungkan sekolah-sekolah dengan pusat data dan aplikasi, serta
jaringan internet sebagai sarana dan media komunikasi dan informasi di sekolah,
(b) merancang dan membuat aplikasi database, (c) merancang dan membuat aplikasi
manajemen untuk pengelolaan pendidikan di pusat, daerah, dan sekolah, dan (d)
merancang dan membuat aplikasi pembelajaran berbasis web, multimedia, dan
interaktif.
2) Tahap kedua meliputi (a) melakukan
implementasi sistem pada sekolah-sekolah di Indonesia yang meliputi pengadaan
sarana/prasarana TIK dan pelatihan tenaga pelaksana dan guru dan (b) merancang
dan membuat aplikasi pembelajaran.
3) Tahap ketiga dan keempat adalah tahap
memperluas implementasi sistem di sekolah-sekolah.
Uraian di atas lebih berfokus pada tahapan-tahapan yang diharapakan
dilakukan Depdiknas dalam kurung waktu tahun 2005-2009 dalam rangka
pengembangan TIK dalam pendidikan. Dalam merealisasikan rencana ini, Depdiknas
membangun ICT Center Kabupaten/Kota melalui Program Jardiknas yang
terdiri atas jaringan komputer, internet, dan TV Edukasi. ICT Center ini
akan terkoneksi dengan sekolah-sekolah dan kantor dinas pendidikan. Selain itu,
guru perlu juga diperlengkapi dengan pengetahuan dan keterampilan yang cukup
untuk menggunakan perangkat TIK. Untuk itu, manajemen sekolah perlu mengetahui
kesiapan dan pelatihan TIK yang dibutuhkan guru.
4.
Dampak ICT Terhadap Aktivitas Pendidikan
Tahukah kita selain membawa manfaat yang besar ICT juga mempunyai pengaruh buruk yang
besar pula pada perkembangan generasi anak bangsa. Saat ini perangkat yang
paling mempengaruhi anak pelajar Indonesia saat ini antara lain :
a.
Komputer
b. Handphone
c. MP4 player
d. Game Console
e. Media tontonan seperti
Televisi dan Film
Namun kali ini kita akan membahas salah satu diantaranya yaitu pengaruh
buruk Teknologi Komputer. Pengaruh positif atau negatif yang bisa muncul dari
alat ini tentu saja lebih banyak tergantung dari pemanfaatannya. Bila anak-anak
dibiarkan menggunakan komputer secara sembarangan, pengaruhnya bisa jadi
negatif. Sebaliknya, komputer akan memberikan pengaruh positif bila digunakan
dengan bijaksana, yaitu membantu pengembangan intelektual dan motorik anak.
a. Pengaruh
buruk lewat internet
Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi
pengembangan wawasan anak. Sayangnya, anak juga terancam dengan banyaknya
informasi buruk yang membanjiri internet. Melalui internetlah berbagai materi
bermuatan seks, kekerasan, dan lain-lain dijajakan secara terbuka dan tanpa
penghalang. Sebuah studi yang menunjukkan bahwa satu dari 12 anak di Canada
sering menerima pesan yang berisi muatan seks, tawaran seks, saat tengah berselancar
di internet.
b.
Pengaruh Buruk Terlalu Sering
Bermain Komputer
Kecanduan bermain komputer ditengarai memicu anak menjadi malas menulis,
menggambar atau pun melakukan aktivitas sosial. Kecanduan bermain komputer bisa
terjadi terutama karena sejak awal orangtua tidak membuat aturan bermain
komputer. Seharusnya, menurut Rizal, orangtua perlu membuat kesepakatan dengan
anak soal waktu bermain komputer. Misalnya, anak boleh bermain komputer
sepulang sekolah setelah selesai mengerjakan PR hanya selama satu jam. Waktu
yang lebih longgar dapat diberikan pada hari libur.
Pengaturan waktu ini perlu dilakukan agar anak tidak berpikir bahwa
bermain komputer adalah satu-satunya kegiatan yang menarik bagi anak.
Pengaturan ini perlu diperhatikan secara ketat oleh orangtua, setidaknya sampai
anak berusia 12 tahun. Pada usia yang lebih besar, diharapkan anak sudah dapat
lebih mampu mengatur waktu dengan baik.
a) Menimbang
untung ruginya mengenalkan komputer pada anak, pada akhirnya memang amat
tergantung pada kesiapan orangtua dalam mengenalkan dan mengawasi anak saat
bermain komputer.
b)
Selain itu juga pihak sekolah harus ikut andil dalam
memberikan pengarahan terbaik agar siswa/siswi dapat mempergunakan Teknologi
Informasi dan Komunikasi ke arah yang positif.
c)
Pemerintah sebagai pengendali semua sistem penyedia
Informasi harusnya lebih aktif dalam mengontrol penggunaan Teknologi Informasi
dan Komunikasi untuk Generasi Anak Bangsa.
d) Sadar atau tidak sadar Teknologi Informasi
dan Komunikasi telah membawa perubahan besar terhadap Generasi Penerus Bangsa,
hanya tinggal kita yang bisa atau tidak membawa perubahan itu ke arah yang
positif atau negatif.
5.
ICT dalam Mengatasi Masalah Pendidikan
Kendala bidang pendidikan ini dapat diatasi dengan adanya ICT yang bisa diakses oleh peserta didik di
perguruan tinggi. Berbagai macam informasi seperti perpustakaan online, jurnal
online, majalah, dan bahkan buku-buku teks yang dapat di-download gratis dari
berbagai situs yang ada dalam dunia internet. Mahasiswa bisa mencari apapun
yang berkaitan dengan materi perkuliahan disampaikan dosen di kelas, untuk
memperbandingkan, memperkaya pengetahuan, dan mencari sesuatu yang memerlukan
kejelasan dan pemahaman mendalam.
Permasalahan selalu timbul dalam dunia pendidikan adalah kekurangan
informasi dan referensi akibat terbatasnya jumlah sarana belajar. Ketersediaan
buku – buku di perpustakaan terutama pada lembaga pendidikan swasta cukup
memprihatinkan dan sangat jauh dari harapan jika yang menjadi tujuan adalah
melahirkan sarjana-sarjana berkualitas dari universitas.
Namun pada praktiknya,
sosialisasi internet bagi dunia pendidikan tidak semudah yang dibayangkan dan
diharapkan banyak pihak, menurut Rahardjo (2001), terbatasnya pemanfaatan
teknologi informasi ini dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya kurangnya
penguasaan bahasa Inggris, kurangnya sumber informasi dalam bahasa Indonesia,
mahalnya biaya akses internet, dan ketidaksiapan tenaga pendidik.
Faktor pertama, merupakan permasalahan utama dalam memanfaatkan segala
teknologi hasil karya masyarakat Barat. Produk-produk teknologi yang sampai ke
tangan masyarakat dunia umumnya menggunakan komunikasi berbahasa Inggris
sehingga menyulitkan bagi para pengguna seperti mahasiswa Indonesia yang Jurnal
Ilmiah umumnya masih memiliki kemampuan rendah dalam bahasa asing, sedangkan
banyak informasi-informasi dan ilmu pengetahuan direkayasa dalam bahasa
internasional tersebut.
Faktor kedua, keterbatasan informasi dan ilmu pengetahuan dalam bahasa
Indonesia, menjadi salah satu penyebab rendahnya penggunaan internet dalam
negeri. Kesadaran masyarakat Indonesia untuk berbagi ilmu pengetahuan masih
sangat rendah dibanding di luar negeri. Informasi masih dianggap suatu hal
pribadi dan berharga mahal yang tidak dapat diakses oleh seluruh orang,
menjadikan pengetahuan hanya berkembang untuk diri pribadi dan komunitas
tertentu saja.
Faktor ketiga, adalah kendala mahalnya biaya untuk menggunakan internet
di dalam negeri. Untuk mengakses internet pribadi dengan menggunakan jaringan
telepon milik pemerintah seseorang harus mengeluarkan biaya hampir sepuluh ribu
rupiah per jam sehingga membatasi pemanfaatan internet tersebut. Solusi ini
dapat dipecahkan dengan menggunakan internet pada warung-warung internet dengan
biaya yang lebih murah antara dua ribu sampai tiga ribu rupiah per jam. Namun
masih saja terlalu mahal untuk seorang mahasiswa apabila harus menggunakan
dalam frekuensi tinggi (selalu mengakses).
Faktor terakhir, permasalahan dari tenaga pendidik itu sendiri yang masih
belum siap menggunakan teknologi internet dalam proses pengajarannya akibat
kurangnya kemampuan dosen dalam bidang ini. Seorang dosen tidak akan pernah
menyarankan kepada mahasiswa memperkaya wawasan dengan fasilitas internet
akibat kekurangmampuannya sendiri. Dampak akhir yang terjadi mahasiswa tidak
akan termotivasi untuk mengembangkan diri jika dosen tidak pernah menyarankan
pemanfaatan sumber ilmu non formal tersebut.
Masalah terpenting dari sekian faktor penghambat di atas terletak pada
faktor ketiga dan keempat yakni mahalnya biaya akses dan keterbatasan dosen.
Jika kendala bahasa tidak menjadi masalah, lambat laun mahasiswa akan terus
belajar dengan sendirinya dengan tingginya frekuensi penggunaan internet,
sehingga mereka akan lebih memahami penguasaan istilah-istilah asing dari
internet tersebut. Sumber motivator utama dari dosen adalah faktor terpenting
dalam mensosialisasikan kegiatan penunjang pembelajaran. Misalnya untuk
melengkapi informasi tentang sebuah kajian masalah di dalam kelas, mahasiswa
dianjurkan untuk membuka homepage milik dosen, atau mengakses situs-situs lain
yang disarankan dosen.
Dari segi mahalnya biaya kendala ini dapat diatasi dengan berperan
penting lembaga pendidikan/universitas untuk mengembangkan sistem pembelajaran
internet dengan membangun sebuah jaringan internet di lembaga pendidikan,
menyediakan sarana penyewaan dengan biaya yang lebih murah dibanding warung
internet milik penguasaha bisnis.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang terus, bahkan dewasa ini
berlangsung dengan pesat. Perkembangan itu bukan hanya dalam hitungan tahun,
bulan, atau hari, melainkan jam, bahkan menit atau detik, terutama berkaitan
dengan teknologi informasi dan komunikasi yang ditunjang dengan teknologi
elektronika. Pengaruhnya meluas ke berbagai bidang kehidupan, termasuk bidang
pendidikan. Pengaruh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat
cepat ini memberikan dampak positif dan dampak negatif.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berdampak positif dengan
semakin terbuka dan tersebarnya informasi dan pengetahuan dari dan ke seluruh
dunia menembus batas ruang dan waktu. Dampak negatifnya yaitu terjadinya
perubahan nilai, norma, aturan, atau moral kehidupan yang bertentangan dengan
nilai, norma, aturan, dan moral kehidupan yang dianut masyarakat. Menyikapi
keadaan ini, maka peran pendidikan sangat penting untuk mengembangkan dampak
positif dan memperbaiki dampak negatifnya. Pendidikan tidak antipati atau
alergi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun sebaliknya
menjadi subyek atau pelopor dalam pengembangannya.
2. Saran
Semoga
makalah ini dapat berguna untuk pembaca, penyusun khususnya sebagai sarana
pembelajaran matakuliah ICT dalam Pembelajaran
Bahasa Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA